Renungan Hati Di kala Sepi
Berawal dari seseorang anak manusia yang mulai beranjak dewasa tercermin akan sulitnya mencari kerja bila tak mempunyai keterampilan.
Tak terkadang mengeluh akan semua hari yang membosankan, apa yang harus ku lakukan bila hari ini terus berjalan tanpa ada perubahan. Hmmm.......... "Sudah Ku Duga" sambil melamun apa yang bisa ku perbuat? akan kah terus membebani ayah dan ibu terus menerus untuk biaya kuliah.
Kuliah ya kuliah di fakultas komputer di salah satu Universitas Swasta hanya bermodal "wih anak IT iya kalo di tanya orang" padahal kuliah IT masuk aja gak pernah alias IT gadungan :( :( apa yang di dapet kalo kuliah cuma nongkrong berangkat bermodal uang 50K itu juga minta dengan bangganya terkadang bisa bayarin cewe makan, nonton dan hotel ehhh... yang terakhir itu salah ketik hehe.
Semester 6 bentar lagi udah kelar pasti libur panjang mungkin pulang tak ada salahnya.
Akhirnya sampe kampung juga, hal yang pertama "cari ibu" ibu dimana karena pintu rumah kebuka, ternyata ibu tidur di kamar "alhamdulilah huuh" karena bisa di hitung bila bertemu ibu gak kaya kalian yang mungkin masih bisa bertemu setiap hari. Tidak lama kemudian ibu terbangun langsung kaget "ko pulang ga ngabarin" iya bu pengen pulang aja lagian kan libur semester "oh gitu ya gimana kuliahnya nilai nya bagus" pertanyaan yang selalu menjadi benak pikiran apakah harus berbohong terus tentang nilai(IPK) asli ku. mungkin kali ini harus jujur alhamdulilah bu cukup buat calon sarjana IT gadungan. "Pesan ibu cuma satu jangan bolos kuliah ibu sama ayah disini udah susah-susah cari duit buat kuliah kamu, yang pinter kuliahnya!! ingin nangis tapi.... asyudahlah. Sebulan tak terasa acara perkuliahan sebentar lagi di mulai saatnya kembali ke rutinitas.
"Awal semester 7 harus kah seperti yang sudah-sudah seperti semester sebelumnya?" kuliah cuma buat main" tanpa memikirkan betapa susahnya ayah dan ibu membiayai kuliah. Iseng membuka sebuah situs lowongan pekerjaan "wah pas banget ada lowongan ojek online daftar online ah"
Seminggu kemudian ada sms buat dateng rekruitmen driver ojek online. "Berangkaaat"
Hmmmmm you know lah..... ternyata buat buat jadi kang ojek aja ga gampang, ada sampe beberapa tahap untuk bisa jadi kang ojek ijo yang bergaris dua ini, yaps.... seperti di foto antriannya puanjang,,, "Tapi tak apalah nyari kerja yang freelance yang kita atur sendiri apa lagi setidaknya ini bisa buat bantu biaya kuliah sampai semester 8"
Jadilah kang ojol(ojek online) hehe. "alhamdulillah ternyata lumayan juga ya hasilnya" langsung lah gaji pertama ini buat ibu di kampung. "hallo assalamualaikum bu gimana kabar bu", baik kenapa tumben telpon baru juga dua minggu kemaren kan pulang " gak bu cek atm ya bu" kenapa sama atm ibu "udah cek saldo aja ya tar kalo ke bank sekarang giliran aku yang transfer ibu".
Note: Walaupun terkadang orang tua tak memandang seberapa nilai uang yang kamu beri dia hanya ingin melihat anaknya mandiri saja sudah lebih dari cukup apalagi sudah bisa mencari uang sendiri dari hasil jerih payahnya.
Kesimpulan cerita ini adalah Ada seorang mahasiswa IT gadungan di salah satu Universitas Swasta yang mulai menyadari seberapa susahnya mencari uang 50K gak segampang yang di kira, harus banyak perjuangan hanya sekedar untuk membeli sepotong roti sekalipun untuk sarapan di kala pagi, intinya ada niat ada jalan, mau berubah dan jangan manja. Jangan terus-terusan meminta uang sama orangtua walaupun itu tanggung jawab mereka, setidaknya meringankan sedikit lah biar meringankan beban orangtua kita. Stop tipu-tipu minta uang dengan alesan bayar iuaran yang gak ada di daftar perkuliahan kasian orangtua mu nak dia pasti percaya aja kalo kamu minta uang buat bayaran iuran apalagi demi menunjang perkuliahan pasti di kasih seberapapun itu.
Manfaatkan waktu luang kuliah dengan mencari kerjaan freelance karena mungkin banyak waktu yang kebuang untuk sekelas anak kuliah kelas pagi. kerja yang penting halal jangan malu ataupun gengsi karena nantinya juga kalau lulus juga pasti ketemu dengan dunia kerja juga. I Think Thats All
sekali lagi terimakasih untuk yang udah baca, tunggu cerita selanjutnya iya.
share jika menurut kamu cerita ini manarik, tuliskan komentar kamu jika ada kalimat yang membuat tidak nyaman untuk di baca.
Label: Renungan
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda